Keabadian yang Mungkin Hilang

Menulis? 
Sempat terlupa kegiatan ini dalam benak, fikiran ini mulai masuk, menikmati nikmatnya putaran setan. Melewati hari hanya untuk makan dan tidur, tak berguna dan hanya melahirkan setan itu sendiri. Entah ini awal atau ahir, bahkan aku belum mengetahui apa-apa yang ada didunia ini. Dan hampir melupakan hal itu semua. 

Malam ini, aku sendiri tak tau kenapa aku tak bisa berkonsentrasi pada satu hal didepan mata ini. Mungkin karena terlalu lama otak tak bekerja. Entah lah, yang ku tau jari-jari ini masih tetap pada hitungan lima. Tetapi entah warna yang ada padanya. 

Mencoba mengembalikan kesadaran seperti saat kesadaran itu mengambil alih diri memang cukup sulit, tetapi itu harus tetap terjadi. Biarlah tetap berjalan seperti seharusnya. 

Akan ku nikmati hari seperti biasanya, entah sadar ataupun tidak. Goresan tinta warna akan tetap ada walau hanya titik. 

Ini adalah sibol keabadian yang bisa saja hilang. 

Iklan

Kado 18 April Ku

image

Oleh : Vicky9an

Salam Mahasiswa . . .
Salam kusanjungkan pada 18 April ku . . .
Perjuangan yang telah memakan peluh dan asa ku . . .
Sebuah asa yang telah menggandeng saudara ku . . .

Kini . . .
Peluh itu telah menjadi senyum mu . . .
Asa dipundak, kini menjadi bahagia diwajah mu . . .
Waktu kian berlalu . . .
Saudara ku tak terlihat seiring waktu . . .
Mengingatkan, pada Kamis dipagi ku . . .

Ya . . .
Tertanggal, 17 Maret 2016 . . .
Untuk siapa pun, itu bukan apa pun . . .
Tetapi bagi ku dan saudara ku . . .
Hari itu adalah titik Nol kegilaan ku . . .

Di Seruan ku di Kamis Pagi . . .
Kami benar-benar dianggap gila, oleh para orang gila . . .
Hanya bermodal bedak dan suara bernada tinggi . . .
Pondasi kokoh malahayati bergetar . . .

Melahirkan 18 April ku . . .
We love Malahayati . . .
We love Malahayati . . .
We love Malahayati . . .

Setiap pohon besar, pasti punya akar didasar tanahnya . . .
Karena 17 Maret ku . . .
Terlahir 18 April ku . . .

Kuperingati hari lahir itu, dengan sajak sederhana pengingat Kamis Pagi ku . . .
Walau 18 April ku akan usang dimakan waktu . . .
Kan terus terkenang bagi ku dan saudara ku . . .
Salam hangat dari ku, saudara mu . . .

Satu pesan ku, jangan lupa kewajiban mu tuk tuntut hak mu . . .

Universitas Malahayati . . .
. . . KITA SATU . . .

Selamat Datang

image

Selamat datang didunia Institusi buta ini
Semoga cita dan harapan tercapai kelak
Jangan ragu untuk langkah untuk terus maju
Dan jangan sesali saat kau tak bisa mundur

Jika diesok hari kau ketahui wajah asli dari Institusi ini
Jangan pernah kau berfikir untuk kembali
Kembali kepada ketidaktahuan dan kebodohan

Dihari ini, kalian datang dengan rela hati
Untuk tahu seluk beluk yang telah kami lalui
Dan datang lah
Beranikan diri tuk lawan yang tak layak diakui

Jangan pernah berharap akan ada balasan
Cukup camkan satu hal
“INI UNTUK ADIK-ADIKKU KELAK”
Bukan sok pahlawan atau sok pintar
Tapi jangan biarkan pembodohan-pembodohan ini tetap subur
Satu langkahmu bagai parang tajam dimata adikmu kelak

Berkurban

Selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Selamat hari raya Kurban juga saya ucapkan bagi yang menjalankannya. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi pikiran pada teman-teman semua. Dan saya berkeinginan mengambil tema; Berkurban dan dikurbankan.

kurban

Sekali dalam setahun ada ritual keagaman yang selalu rutin kita lakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah yang bertepatan juga pada hari raya Idul Adha. Ya, berkurban. Tapi apa sih makna  kurban itu sendiri? Menurut wikipedia yang saya baca ada beberapa versi, yaitu;

  1. Kurban adalah suatu praktik yang banyak ditemukan dalam berbagai agama di dunia, yang biasanya dilakukan sebagai tanda kesediaan si pemeluknya untuk menyerahkan sesuatu kepada Tuhannya. Praktik pemberian kurban ditemukan dalam catatan-catatan manusia yang paling tua dan temuan-temuan arkeologis mencatat tulang-belulang manusia dan binatang yang menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah dipersembahkan sebagai kurban dan praktik ini tampaknya telah dilakukan lama sebelum manusia mulai meninggalkan catatan tertulis. Pemberian kurban adalah tema yang umum dalam kebanyakan agama, meskipun dalam beberapa millennium belakangan ini pemberian kurban binatang dan khususnya manusia, telah jauh berkurang.
  2. Kalau versi Islam: Kurban (Bahasa Arab: قربن, transliterasi: Qurban),yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
  3. Dan yang terakhir versi Yahudi:Kurban (Ibrani: “pengorbanan” קרבן, qorban; atau Korbanot קרבנות, qorbanot), dalam Yahudi adalah istilah untuk pengorbanan yang dideskripsikan dan diperintahkan dalam Torah. Korban yang biasa dikorbankan adalah binatang, seperti domba atau kerbau, dan sering dimasak dan dimakan oleh pemberi persembahan, dengan sebagian diberi ke Kohanim dan sebagian dibakar ke mezbah (altar). Buah-buahan, dupa, dan serealia juga dapat dikurbankan.

    Istilah lain yang dipakai dalam makna yang serupa antara lain “persembahan korban binatang” (zevah זֶבַח), atau persembahan pendamaian, dan olah, secara tradisional adalan “persembahan korban bakaran”. Dalam bahasa ibrani kata benda korban (atau qorban) digunakan untuk menyebut berbagai persembahan yang diperintahkan dalam Alkitab Ibrani.

    Persembahan semacam itu dulu biasanya dilakukan oleh para Imam (Kohen) pada Bait Suci di Yerusalem. Praktik ini dilakukan sampai Bait Salomo dihancurkan, dan dilanjutkan kembali pada saat Bait Kedua berdiri, dan kemudian berakhir ketika bait itupun dihancurkan pada tahun 70 M. Secara tidak resmi dilakukan kembali pada saat Perang Yahudi-Romawi pada abad ke-2 M, dan selanjutnya di komunitas-komunitas tertentu.[1] Yudaisme Rabbinik tetap berpegang bahwa Taurat mengizinkan pelaksanaan hukum Yahudi tanpa pengorbanan binatang berdasarkan tradisi oral dan dukungan kuat dari Kitab Suci, misalnya Mazmur 51:16-19 dan Hosea 6:6. Namun, praktik dan hakikat pengorbanan terus mempunyai relevansi dalam teologi Yudaisme dan halakha (hukum-hukum Yahudi), terutama dalam Yudaisme Ortodoks.

Ada banyak ternyata pengertian dari Kurban, tetapi yang bisa saya simpulkan dari beberapa penjabaran diatas adalah Kurban merupakan suatu ritual persembahan dari pemeluknya untuk tuhannya.

ku-antar-ke-sorga

Serasa balik kejaman batu gini saya ya ,.hahaa. “mungkin sejenis sesajen kalau diadat jawa”. Tetapi ritual kurban ini alangkah lebih indah bila kita memaknainya dengan tujuan berbagi, bukan karena mengharap nantinya kita kalau dialam sana kita bisa menaiki hewan tersebut. Toh mana mungkin kita menaiki kambing atau menaiki sapi dengan 6 orang lainya, mana kuat tu sapi.

Sebenarnya, saya agak tak terima juga bila orang-orang mengatas namakan agama untuk membantai yang lain. Seolah-olah manusia diatas segalanya yang bisa melakukan apapun sesuai kehandaknya, tak pernah ada yang berpikirkah betapa malangnya nasib para hewan tersebut? Betapa jahatnya oh kau sang maha. . .maha. . .dan yang selalu dimaha-mahakan. Menjanjikan sesuatu agar pembantaian ini terus terjadi.

Tadi pagi saya kebetulan diamanahkan untuk mengambil momen dimana saat penyembelihan hewan kurban belangsung. Tetapi alangkah tekejutnya saya dengan apa yang saya pikirkan sediri saat proses penyembelehan berlangsung. Seketika saya langsung berpikir dan membayangkan bila orang-orang yang menyembeleh hewan tersebut betukar tempat, “ada beberapa kambing yang memegang seseorang yang tergeletak ditanah dan ada seekor sapi yang siap menghunuskan parang yang mengkilap ditanganya”.

Lalu saya bertanya kira-kira apa yang sikurban tersebut pikirkan?

Pikirkan itu. . .

Belenggu Kebebasan

Dan inikah janji yang diidam-idamkan ?
Janji dari para leluhur pendiri bangsa ini
Bangsa yang dulunya diinjak oleh kaki luar
Yang terus menidas, hingga para pemimpi terlahir
Pemimpi yang selalu memimpi
Memimpi sebuah impian baru
Impian untuk bebas, impian untuk merdeka
Dicurahkan semua peluh dan darah
Hanya untuk mimpi-mimpi kosong

Dan kini, mimpi itu telah terwujud ..
Bangsa ini bebas ..
Bebas sebebas-bebasnya ..
Para penjarah bebas menjarah hak rakyat ..
Para penindas bebas menindas ..
Yang kuat menginjak yang lemah ..

Inikah kebebasan ?

Seharusnya …
Kebebasan itu tetap terbatasi
Terbatasi oleh kebebasan itu sendiri
Sadar oh wahai penerus bangsa …
Bangsamu kini tidaklah lebih dari ribuan pulau kosong tak berpenghuni !!!

Dirgahayu bangsaku ..
Kibaskan sayapmu ..
Dan sadarkan para penerusmu ..

Kelahiran

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Semoga kita selalu sehat dan menjadi individu yang lebih baik. Telah lama memang saya tidak ada aktifitas dilaman ini, tetapi diperjumpaan kita dipagi ini akan lebih spesial saya kira. Karena, dipagi ini adalah hari dimana saya pertama kalinya melalui hari diusia ke-19 ini. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Dan dipagi hari ini saya akan mengangkat tema tentang lahir. Ya sesuai momentum lah ,.hahaa

telur-kelahiran

Lahir

Lahir; sebuah kata yang terdiri dari dua suku kata, yaitu la – hir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata lahir berarti; muncul dari kandungan atau muncul didunia (masyarakat). Pengertian ini memang mudah dipahami dan yang paling umum diketahui oleh orang kebanyakan.

Kelahiran

Kelahiran sendiri memiliki kata dasar lahir yang diimbuhi awalan ke, dan ahiran an. Yang menurut Wikipedia berarti; Sebuah proses dalam hewan dimana anak dikeluarkan dari badan ibunya.

Dalam manusia, anak yang belum dilahirkan disebut fetus (setelah masa embrio)

Jika dilihat dari segi medis, kelahiran anak adalah proses akhir dari kehamilan yang sukses sehingga manusia dapat mehasilkan bayi untuk terus melestarikan jenisnya.

Esensi Kelahiran

Lahir menurut saya ada dua jenis; yang pertama adalah lahir kedunia dan yang kedua adalah lahir sebagai manusia seutuhnya.

Lahir Kedunia

Pengetian dari istilah yang saya pakai ini sudah saya paparkan diatas, yang saya kira banyak yang telah memahaminya. Tetapi mari kita pikirkan kembali, jika yang anda pikirkan sekarang adalah lahir itu selalu berhubungan dengan ibu dan anak. Anda perlu mengkajinya kembali!! Coba pikirkan ini; pengertian lahir adalah tampak didunia? Apakah benda yang tampak didunia itu tak dilahirkan? Sebuah benda melalui suatu proses pencetakan “proses kehamilan jika pada manusia” lalu dikeluarkan dari cetakannya dan tampaklah benda tersebut. Lahir bukan? Tetapi tak lazim jika dibedakan “mana yang ibu dan mana yang anak”. Orang yang mencetakpun tak mau disebut bapaknya saya rasa,.hehee

Jadi istilah “lahir kedunia” ini bukan hanya untuk mahluk hidup saja, tetapi untuk semua yang tampak dijagad ini “tampak yang saya bicarakan bukan hanya yang terlihat oleh mata, tetapi juga yang terdengar dan terasa. Seperti ucapan dan suhu, karena mungkin saja dahulunya kedua hal tersebut tak ada dan mengalami proses kelahiran sehingga saat ini manjadi ada”

Lahir Sebagai Manusia Seutuhnya

Berbeda dengan Lahir kedunia yang menekankan pada semua yang tampak. Lahir Sebagai Manusia Seutuhnya lebih cenderung mengarah pada manusia saja. Mengapa demikian? Karena hanya manusia saja yang kita ketahui dapat memanfaatkan akal dan pikiranya dengan maksimal.

Saya memang lahir tepat pada 19 tahun yang lalu, dan kejadian tersebut saya istilahkan sebagai Lahir kedunia. Lalu bagaimana yang disebut Lahir Sebagai Manusia Seutuhnya?

Lahir Sebagai Manusia Seutuhnya adalah dimana manusia itu sendiri telah menyadari; Siapa dirinya, dimana dirinya, kapan dirinya dan masih banyak lagi pertanyaan yang harusnya dijawab sebelum anda menjawab pertanyaan dari orang lain.

Pertanyaan kecil saya; Layakkah anda disebut sebagai manusia seutuhnya, jika anda sendiri tak mengenali diri anda sendiri???

Berpacu dalam Waktu

Waktuku

Selamat malam sobat, senang rasanya saya bisa kembali menulis goresan kecil pada laman ini. Sebenarnya tema tulisan saya ini baru saja terfikirkan oleh saya, ya baru tadi sore ini setelah saya keluar dari kosan teman untuk mencari sayur untuk bukaan. Memang bagi saya berfikir itu kapanpun dan dimanapun. Mungkin bahkan berlebihan, sampai-sampai saya terlalu sering diam saat sedang kumpul bareng teman-teman saya. Sering saya ditanyai kenapa saya diam atau apa yang saya fikirkan. Entahlah. . . Terkadang saya sendiri bingung, karena amat sangat banyak yang saya fikirkan tetapi hanya goresan-goresan kecil seperti ini yang bisa saya refleksikan.

Ya, mari kita menuju topik yang semoga ini akan menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi saya sendiri. . .

Waktu,. . . Apa sebenarnya itu waktu? Kalau yang saya temui diWikipedia sih; Waktu atau Masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Ini menurut Wikipedia yang saya temui diembah google loh, hehee. Bisa saja ada pendapat lain yang mungkin tidak salah.

Kalau menurut saya, waktu itu merupakan suatu ukuran mungkin “ukuran untuk perlombaan lari atau semacamnya” atau batasan? “umur misal”. Ini pendapat saya saja, coba fikirkan ini; “ketika saya berumur 10 tahun, saya amat dekat dengan kakek saya. Kakek saya meninggal saat saya berumur 10 tahun”. Pada saat ini kesedihan selalu menyelimuti saya, jadi pada saat ini waktu adalah PENDERITAAN. Lalu coba fikirkan pula; “saat duduk dibangku kelas VIII SMP, saya memenangi pelombaan antar kelas dan bahkan saya juga dapat mengalahkan beberapa bapak guru disekolah saya dalam bidang bermain catur”. Pada masa ini saya benar-benar bahagia, pada saat ini bagi saya waktu merupakan KEBAHAGIAAN. Lho, kenapa??? Kan menurut Wikipedia waktu merupakan; seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung, .hahaa.

Tak terasa memang bagi saya yang telah mengarungi waktu selama 18tahun, 9bulan, 33hari dan entah berapa jam saya melewati waktu ditengah-tengah saya yang lain ini. Terhitung setelah kelahiran saya pada 14 Agustus 1997 sampai malam ini 16 Juni 2016. Tak sanggup saya untuk menulis bahkan mengingat kejadian apa saja yang telah saya lalui. Karena waktu adalah satu hal yang tak bisa saya hentikan atau saya putar balikkan. Inilah mengapa bagi saya waktu merupakan satu hal paling berharga.

Betapa jahat dan baiknya waktu, ia jahat saat kita dipaksa untuk merasakan sakit dan amat baiklah ia saat kita diberi kenyamanan dan kesenangan. Oh tidak !!! Waktu tidaklah jahat, karena kejahatan adalah ungkapan kita terhadap suatu kejadian dimana tidak adanya kebaikan didalamnya. “amat sungguh munafik orang yang mengatakan hal semacam ini hanya untuk melindungi sesuatu yang tak boleh kita telanjangi”.

Lalu apakah sebenarnya waktu itu??? “WAKTU MERUPAKAN SUATU LABEL YANG SAYA BERIKAN KEPADA SATU HAL YANG TAK TEREKSPEKTASIKAN OLEH SAYA SENDIRI, TETAPI SAYA DAPAT MENYIMPULKAN BAGAIMANA WAKTU ITU TERUS BERJALAN”

Mengapa demikian??? Karena waktu adalah kita sendiri. Coba fikirkan; “jika waktu adalah seruluh rangkaian kejadian yang kita alami, maka waktu adalah kita. SAAT KITA HIDUP MAKA KITA BEREKSISTENSI PADA SUATU KEJADIAN dan SAAT KITA TELAH MATI MAKA KITA TAK BEREKSISTENSI”

Lalu mengapa kejadian yang kita alami berbeda-beda??? Karena kita sendirilah yang menciptakan suasana didiri kita sendiri. Coba fikirkan ini; “saya adalah seorang mahasiswa yang selalu mengejar nilai terbaik, saya selalu belajar untuk mendapatkan nilai terbaik itu. Tetapi, karena kesalahan pengaturan waktu belajar, nilai saya anjlok”. Bayangkan kejadian ini, pertama; “setelah saya mengetahui kalau nilai saya anjlok saya, saya selalu menyalahkan diri saya sendiri dan frustasi karena terlalu memikirkanya”. Kejadian B; “setelah saya mengetahui jika nilai saya anjlok, saya jadi tau dimana letak saya salah dan belajar darinya”. Dari sini bisa kita simpulakan bahwa waktu ada ditangan kita “kecuali laju waktu ya,.hehee”.

pr waktu

Inilah esensi waktu untuk saya. Dan inilah yang saya maksut bahwa saya sebenarnya tak mengetahui apa yang dimaksut dengan waktu tetapi saya dapat menyimpulkan waktu itu sendiri (ini karena saya hanya bisa berpacu bahwa waktu merupakan rangkaian kejadian). Yang jelas “waktu” itu tak tetap tetapi waktu itu pasti.

Bisakah anda menyimpulkan apa itu waktu untuk diri anda sendiri. Ini sesuatu yang penting, karena anda dan waktu anda adalah hidup anda.